Sabtu, 12 Januari 2013

Proses Sistem Operasi


Lima Aktivitas Sistem Operasi yang Merupakan Contoh Managemen Proses

  1. Membuat dan menghapus proses pengguna dan sistem proses. Sistem operasi mengalokasikan sumber daya untuk di gunakan oleh sebuah proses.
  2. Menunda atau next proses, sistem operasi mengatur prioritas dari proses-proses dan akan mendahulukan proses yang memiliki prioritas paling besar. 
  3. Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi. Untuk memperlancar jalannya proses.
  4. Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi. Komunikasi antar proses untuk berinteraksi agar tidak menyebabkan terganggunya proses yang lainnya. 
  5. Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock. Sistem operasi harus dapat menghindari dari deadlock, (deadlock yaitu suatu keadaan dimana sistem seperti terhenti) dan memulihkan kondisi sistemnya.

Definisi Perbedaan Antara Penjadwalan Short Term, Medium Term dan Long Term

  1. Penjadwalan Short Term bertugas menjadwalkan alokasi pemroses di antara proses-proses ready yang berada di memori utama. Sasaran utamanya adalah memaksimumkan kinerja sistem untuk memenuhi satu kumpulan kriteria yang di harapkan. 
  2. Penjadwalan medium term bertugas menangani proses-proses swapping. (swapping sendiri adalah aktivitas pemindahan proses yang tertunda dari memori utama ke memori sekunder) Proses-proses yang mempunyai kepentingan kecil saat itu adalah proses yang tertunda. Penjadwalan jangka menengah mengendalikan transmisi dari suspended ke ready (dari state suspend ke ready) dari proses-proses yang mengawali swapping. 
  3. Penjadwalan long term bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang harus di eksekusi sistem. Sasaran utamanya adalah memberi keseimbangan proses-proses campuran. 

 Tindakan yang Diambil oleh Sebuah Kernel Ketika Alih  Konteks Antar Proses

  1.  Simpan konteks pemroses, termasuk register PC dan register-register lainnya.
  2. Perbarui PCB proses yang running, termasuk mengubah state proses menjadi salah satu state (ready, blocked, suspendedready dsb) juga memperbaharui field-field yang relevan.
  3. Pindahkan PCB proses ke senarai yang cocok.
  4. Pilih satu proses lain untuk di eksekusi sesuai dengan teknik penjadwalan.
  5. Perbarui PCB proses yang di pilih termasuk perubahan state menjadi running.
  6. Perbaruistruktur-struktur data manajemen memori.
  7.  Kembalikan konteks pemroses dengan konteks simpanan yang memberitahu konteks proses terakhir saat di alihkan dari proses running. Langkah ini di lakukan dengan memuatkan nilai-nilai register PC dan register-register lain dengan nilai konteks yang tersimpan.
 
Informasi Yang Disimpan Pada Tabel Proses Saat Alih Konteks Dari Satu Proses ke Proses Lain


Tabel informasi manajemen memori

  1. Tabel informasi manajemen masukan / keluaran
  2. Tabel informasi sistem file
  3. Tabel proses

 Yang Dilakukan Oleh Kernel Kepada Alih Konteks Ketika Proses  Berlangsung


  1. Pemroses menyiapkan konteks program saat itu yang sedang di eksekusi ke stack. 
  2. Pemroses meng-set register PC dengan alamat awal program untuk interrupt handler.  
  3. Selanjutnya pemroses menjalankan instruksi-instruksi berikutnya di interrupt handler yang melayani interupsi. Pelaksanaan interupsi ini belum tentu mengakibatkan pengalihan ke pross lain (yaitu pengalihan PCB proses dari senarai running ke senarai lain (blocked, ready, dsb) dan sebaliknya). kita menyebut pengalihan konteks adalah untuk pengalihan sementar ayang di lakukan dengan singkat misalnya untuk mengeksekusi interrupt handler.
Mudah-mudahan bisa membantu dan membuat pusing para pembacanya,hehehe
Sekian dan semoga bermanfaatlah. 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar